Senin, 06 Agustus 2018

Sabar Dan Sholat Sebagai Penolong

Sabar Dan Sholat Sebagai Penolong


















    Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Terkadang saat kita mendapat masalah kita berfikir bahwa kita adalah manusia paling sengsara, terkadang kita juga berfikir bahwa Allah tidak sayang terhadap kita. Teman tak jarang pula saat kita dalam masalah kita terlalu bergantung kepada manusia, bahkan dalam beberapa kasus misalkan seorang ibu yang hingga memohon mohon kepada dokter untuk segera menangani anaknya yang sakit, atau seorang yang memohon - mohon kepada seorang rentenir untuk memberikannya kesmepatan lagi. Teman ketahuilah sesungguhny Allah sangat mencemburui hamba yang berharap selain kepadanya.













   Teman bukankah dalam kutipan diatas sudah cukup jelas, " Sekiranya seluruh umat berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka tak akan mampu tanpa seizin Allah, dan sekiranya seluruh umat berkumpul untuk memberikan mudhorot bagimu, mereka tak akan bisa melainkan atas izin Allah ". Lantas mengapa kita terlalu berharap kepada manusia, saya tidak mengatakan kita tidak boleh saling membantu atau meminta bantuan, tapi mintalah bantuan secukupnya saja, jangan sampai engkau meminta bantuan kepada manusia seolah - olah engkau sudah tak memiliki Tuhan.
   Teman, Allah berfirman dalam ( QS. Al - Baqarah 2 : 45-46 ) yang berbunyi ;
" Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. ". Teman sebelum kita mengeluh tentang cobaan yang mungkin kita rasa bertubi - tubi, masalah yang tak kunjung selesai yang kita alami, alangkah baiknya kita merenungkan akan kesalahan kita. Sudah benarkah sholat kita, sudah khusyuk atau belum, bagaimana sikap kita kepada mahluk Allah lainnya. Apakah kita benar - benar sudah berbuat baik ? atau kita hanya bepura - pura baik. Kawan coba fikirkan lagi, seharusnya tak hanya cobaan itu yang kita terima mengingat dosa kita yang tak terhitung, bukankah seharusnya kita patut menerima yang lebih pedih dari kita rasakan saat ini.
   Teman kesempatan hidup yang kita tak tahu kapan habisnya ini, alangkah baiknya kita manfaatkan untuk memperbaiki diri, memperbaiki kualitas keimanan kita, beramal sholeh dan bersedekah. Teman marilah terus berbuat kebaikan, sehingga jika suatu ketika ajal datang menjemput, kita sedang dalam berbuat kebaikan dan bukan sedang dalam berbuat kemungkaran. Teman sekiranya itu saja yang mampu saya tuliskan, semoga bisa menambah sedikit ilmu untuk teman - teman sekalian, terimakasih.
  Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Gambar Source (sumber) : Google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar